Hairudin Buton

- Anggota DPRD Kabupaten Wakatobi - Pimpinan Cabang GP ANSOR Kabupaten Wakatobi

Hairudin Buton : Jangan Ajari Orang Binongko Tentang Politik

WAKATOBI - Salah satu anggota DPRD Kabupaten Wakatobi Sulawesi Tenggara Dapil Binongko, Haerudin Buton sekaligus menjadi orator kampanye dialogis Paslon H.Arhawi-H.Hardin La Omo (HALO) meminta warga desa Oihu tak terprovokasi kampanye hitam(black campaign), Minggu (1/11/2020).

Haerudin mengungkap itu untuk menjawab gonjang-ganjing isu black campaign yang menyerang Paslon HALO dengan sejumlah tudingan bahwa selama H.Arhawi memimpin Wakatobi 4 tahun tak membangun pulau Binongko bahkan terkesan jadi pulau 'anak tiri' dari segi pembangunan infrastruktur.

 

Padahal terlepas anggaran dana desa(ADD) yang digelontorkan daerah pada seluruh desa selama kurun waktu 2015 - 2020 juga pembangunan istalansi listrik telah dibangun hampir keseluruhan pulau Binongko selain pengadaan mesin pembangkit listrik dari kapasitas 250 W x 2 menjadi 500 W x 2 walau belum maksimal dikelola pihak PLN selaku lembaga vertikal

 

"Dimana mereka saat Binongko tertinggal puluhan tahun lalu dan dimana mereka saat H.Arhawi harus membungkuk mendorong APBD harus mondar-mondar ke pusat sana dan dimana mereka saat rakyat kesulitan akibat dampak Covid-19", ucapnya.

 

Kata dia, orang-orang itu hanya datang saat mereka punya visi dan misi untuk mengambil hati masyarakat mendekati Pilkada serentak 2020 dan tak pernah tahu setapak demi setapak perjuangan pembangunan Wakatobi.

Berbicara tentang Binongko tidak sebatas pembahasan Desa Oihu, Haka dan desa lainya.Demikian tidak sebatas perhelatan politik antara Paslon satu dan lainnya melainkan menyangkut masa depan pulau Binongko dimasa mendatang

 

"Kita hari ini berkumpul akan menjadi saksi sejarah kalau cinta dan kasih sayang mengantarkan kita pada pembangunan yang baik dimasa mendatang dan Paslon HALO tidak sebatas janji", tegasnya.

Masih sesuai penjelasannya. Kata dia, Wakatobi dan pulau Binongko pada khususnya dibangun atas keringat banyak orang sehingga perjuangan H.Arhawi tak boleh sendirian, pentingnya dukungan semua pihak memberikan kesempatan terus membangun dengan niat yang suci.

 

"Ada yang bilang bahwa Haerudin tidak punya massa, ada juga yang bilang bahwa masyarakat Binongko tidak mau lagi untuk H.Arhawi. Jangan ajari orang Oihu, orang Popalia, Hakka dan secara keseluruhan kami di Binongko ini sebab kami lahir dari rahim politik dengan cinta kasih yang baik" tambahnya.

Menurutnya para sesepuh banyak dilahirkan didaerah pulau tukang besi itu memiliki kesantunan berpolitik dan kecerdasan itu dibuktikan dimana saja mereka berada sehingga sangat tak pantas warga Binongko masih diajari politik apalagi propaganda lewat black campaign.

"Kita tunjukkan pada saudara kita dipulau Kaledupa, saudara kita di pulau Tomia bahwa kami di Binongko tak pernah terpecah. Saya sebagai putra Aimeha memahami peradaban masa lalu akan kita bangun lagi", cetusnya.

 

Sambungnya. Warga Binongko harus berani mengambil langkah memulai sejarah pilkada dimana kaum Cia-Cia dan Kaumbeda berdampingan dengam cinta kasih dalam perhelatan politik apapun.

"Jika belum memilih kita maka sampaikan bahwa kita mencintai mereka dan izin kami untuk lanjut dua periode,'' tutupnya.

Selengkapnya...